-->
    |

Selamat Datang di MediaPendamping.Com ➤ Tajam - Terpercaya - Berimbang ➤ Semua Wartawan MediaPendamping.Com Dilengkapi Dengan ID Card Wartawan dan Nama Wartawan Tersebut Ada di Box Redaksi.
Loading...
DomaiNesia

Renungan Minggu : Kepastian Didalam Panggilan, Nats: Yeremia 1:5-10

Renungan Minggu : Kepastian Didalam Panggilan, Nats: Yeremia 1:5-10
Ket Foto : Sebagai Orang Percaya Kita Harus Mengakui Bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan Allah kita

MEDIAPENDAMPING.COM - Sebagai orang percaya kita harus mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan Allah kita, dengan mengakui lebih lagi lewat hidup kita didalam menjalani aktifitas kita didalam Tuhan. Namun ada banyak orang percaya dijaman akhir ini, kepercayaannya sudah mulai dipertanyakan  bahkan semakin berkurang, mungkin karena situasi dan kondisi, keadaan yang membuat iman orang percaya semakin merosot. Salah satunya penyebab iman orang percaya semakin merosot adalah dengan semakin kendurnya kedekatan dan  kesadaran akan adanya Tuhan dalam hidup orang percaya, sehingga timbul keragu-raguan dalam iman. 


Akibat dari kurangnya kedekatan dan kesadaran akan adanya Tuhan, maka akan berdampak pada hubungan dan pengetahuan akan firman Tuhan atau akan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Sehingga akibatnya kita menjalani hidup ini dengan tidak terarah dan bahkan semakin tersesat. Jadi apa yang harus kita sadari agar kita tetap menyadari bahwa Tuhan ada didalam hidup kita dalam setiap waktu? Kita akan belajar dari kitab Yeremia dimana panggilannya sangat menegaskan bagaimana kita juga di panggil oleh Allah dengan cara yang sama, karena kita adalah umat orang percaya. Jadi apa yang harus kita sadari lebih lagi?


Baca Juga : 

••  Renungan Minggu: Bersatu didalam Kristus Nats : Filipi 2:1-11

••  Renungan Minggu: 5 Prinsip Abraham yang mengubahkan statusnya Nats :Kejadian 12:1-3

••  Renungan Minggu : Bagian Rencana Allah atas Manusia Yang Harus Kita Miliki, Nats : Kejadian 11:1-9


                      


1. Tuhan merencanakan bukan dari nol, tetapi dari minus(ayat 5)

Ketika kita membaca ayat ini dan merenungkannya, rupanya Tuhan sebelum manusia diciptakan atau di bentuk, Tuhan sudah punya rencana untuk menciptakan manusia berikut dengan rencana-rencana Allah terhadap manusia dalam panggilannya masing-masing. Artinya Tuhan menciptakan manusia bukan dari nol tetapi dari minus, yang dimana sebelum terjadi penciptaan atau pembentukan pun Tuhan sudah tetapkan hidup kita dan apa yang harus kita lakukan untuk menggenapi panggilan kita. 


Yeremia dalam panggilannya harus menggenapi panggilannya didalam rencana Allah, sekalipun Yeremia merasa tidak mampu dan merasa tidak memiliki kapasitas untuk melakukannya. Yang harus kita sadari dalam hidup kita didalam Tuhan adalah, Tuhan tidak membiarkan kita untuk melakukan kehendakNya tanpa penyertaanNya. Jadi jangan takut dan jangan kendor sekalipun situasi dan kondisi menekan kita, karena Allah menyertai kita.



2. Jangan batasi diri kita (ayat 6-7)

Ada banyak juga orang percaya imannya semakin kendur atau semakin lemah, dikarenakan membatasi dirinya, sehingga imannya tidak bertumbuh dengan baik. Yeremia sempat membatasi  dirinya dikarenakan merasa tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya, bahkan dia memiliki alasan yang kuat didalamnya. Kita juga seringkali demikian, dimana kita banyak sekali memiliki alasan-alasan yang membuat panggilan kita untuk digenapi terhambat dengan alasan-alsan tersebut. Jika kita baca ayat 7 di simpulkan disana bahwa kita tidak memiliki alasan untuk melakukan kehendakNya, karena Tuhanlah yang langsung mengutus kita, sehingga kita tidak boleh membatasinya. Apapun kekurangan kita yang mungkin kita pikir bahwa karena kekurangan kita, kita tidak dapat melakukan kehendak Allah lebih lanjut, sehingga perhentian dalam panggilan kita tejadi. Oleh sebab itu jangan pernah membatasi karya Tuhan atau rencana Tuhan dalam hidup kita, dengan selalu menyadari bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala situasi dan keadaan kita untuk menggenapi panggilan kita. Jadi pastikan keterbatasan kita tidak menghalangi akan panggilanNya didalam hidup kita.



3. Tuhan melantik atau mengutus orang yang siap diutus (ayat 9-10).

Banyak orang percaya tidak menyadari betapa Tuhan sudah melengkapi diri kita untuk mampu melakukan kehendakNya. Jika kita baca dalam ayat 9-10, maka kita bisa lihat betapa percayanya Allah kepada Yeremia akan kemampuannya dalam panggilannya. Jadi Allah tidak sembarang menciptakan kita, karena Allah Tahu bahwa kita adalah ciptaan yang luar bisa, yang mampu melakukan hal-hal yang luar biasa yang tidak dapat kita pikirkan sebelumnya, karena Allah menyertai kita. Oleh sebab itu, apapun kondisi dan situasi keadaan kita, jangan pernah meyerah akan panggilan kita, karena kita sebenarnya mampu melewati masa-masa sulit sekalipun. Sadari bahwa Allah ada bersama-sama dengan kita dalam setiap aktifitas kita, maka apapun yang kita lakukan untuk kemuliaanNya.


Kesimpulan : Jadi pastikan panggilan kita tergenapi sesuai dengan rencana Allah dalam hidup kita, dengan menyadari bahwa Allah menciptakan atau menjadikan kita dengan rencana yang besar. Oleh itu jangan batasi diri kita dengan keterbatasan kita, karena Allah yang menyertai kita adalah Tuhan yang tanpa batas. Dia sanggup melakukan segala sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. 


Jadi persiapkan diri kita lebih lagi untuk naik ke level berikutnya, karena rencana Allah besar atas kita. Amin (Ev. Ariston Napitupulu)

 
Komentar

Berita Terkini