|
Selamat Datang di MediaPendamping.Com ➤ Tajam - Terpercaya - Berimbang ➤ Semua Wartawan MediaPendamping.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.

Renungan Minggu : Kekuatan doa Nats: 2 Raja-raja 20:1-6

 

Ket Foto : Ilustrasi Doa adalah Permohonan, permintaan, atau pujian kepada Tuhan

MEDIAPENDAMPING.COM - Doa...doa...doa... hidup kita selalu berharap kepada Tuhan lewat doa kita masing bagi orang percaya(Kristen), bahkan bagi orang yang tidak percaya(non Kristen) sekalipun memiliki doa terhadap kepercayaan tertentu atau kepercayaan masing-masing atas apa yang dipercayai. 


Jadi hidup kita tidak bisa lepas dari doa...doa dan doa. Dalam bahasa Indonesia, arti kata Doa adalah Permohonan, permintaan, atau pujian kepada Tuhan. Namun kita akan belajar lewat salah satu tokoh didalam Alkitab yang bernama Raja Hizkia, dimana Raja Hizkia adalah salah satu yang mencolok dalam sejarah perjanjian lama lewat permohonan doa yang dikabulkan oleh Allah.


Kita melihat dalam 2 Raja-raja 20:1, dimana situasi atau kondisi akhir pada raja Hizkia diambang perhentian hidup karena mengalami sakit, kalau dalam bahasa Yunani Ad-lamut (sudah pasti akan mati), tidak ada harapan untuk hidup lagi. Namun kita akan belajar bagaimana seorang raja Hizkia dan doanya dikabulkan oleh Allah, dan apa yang dilakukannya?. Mari kita baca 2 Raja-raja 20:2-3. Doa dalam 2 Raja-raja 20:2-3 dalam bahasa Yunani  disebut Aiteo (meminta sesuatu yang khusus). 


BACA JUGARenungan Minggu : Menjadi Kebanggaan Tuhan Nats: Ayub 1:8


Hosting Unlimited Indonesia               


- Kenapa doa Hizkia dikabulkan? 


1. Hizkia melakukan Firman Tuhan tepat seperti apa yang telah dia percayai dalam imannya (2 Raja-raja 18:1-3, 2Tawarikh 29:1-2).


- kata "tepat" dalam ayat ini sama dengan akurat (tidak melenceng kekanan atau kekiri). Ayat ini menunjukan bahwa Hizkia benar-benar belajar bagaimana kehidupan kakek leluhurnya (Daud) didalam Tuhan. 


- kita bisa lihat betapa kuat karakter Hizkia didalam Tuhan sebelum menjadi raja (disiplin, teliti, dan tegas), padahal ayahnya kehidupannya tidak menjadi teladan bagi anaknya (Hizkia).


- Seringkali kita berdoa, hanya menuntut doa kita, keinginan kita, maunya kita terkabulkan, tanpa adanya pernyataan iman kita atau tindakan sesuai dengan apa yang kita imani. Jadi jangan heran jika Tuhan tidak menjawab doa kita, sekalipun kita berdoa dengan banjir air mata, karena kita sendiri tidak menunjukan sikap iman kita dalam doa dan kepercayaan kita didalam Tuhan.


Karena iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26), yang artinya percuma berdoa (sia-sia) kalau hidup kita tidak sesuai dengan iman percaya kita. Jadi jika kita ingin doa kita terkabul miliki prinsip ini, melakukan dengan tepat (akurat) Firman Tuhan dengan hidup disiplin dan teliti dan tegas didalam iman percaya kita. Jadi apa yang kita doakan, percayalah dengan iman yang hidup, karena doa akan terkabul ketika iman kita bertindak sebelum sesuatu terjadi. 


2. Hizkia mengutamakan Tuhan dalam kehidupannya (2 Tawarikh 29:3).


-Dari ayat ini kita bisa melihat, bahwa Hizkia mengutamakan Allah daripada yang lain, bahkan sebelum dia menjadi raja,dia lebih mengutamakan Allah, bukan dirinya (Kerajaannya, perusahaannya, ladangnya dan sebagainya), prioritasnya melakukan Firman Tuhan. Sering kali, bahkan tidak sedikit orang, lebih mengutamakan hal-hal lain daripada Allah. Bahkan demi keuntungan perusahaan, rela melakukan kecurangan daripada mempertahankan kebenaran. Lebih mengutamakan ladang daripada beribadah, lebih mengutamakan charger hp daripada charger kerohanian. Makannya doa kita tidak dijawab Allah, karena kita tidak mengutamakan Allah dalam hidup kita. Jadi mari, utamakanlah Allah dalam hidup kita, karena segala sesuatunya berasal dari Dia.


BACA JUGA :  Renungan Minggu : Salah Satu Karakter Tuhan Dalam Manusia Adalah Pemimpin


loading...


Jadi kenapa doa kita tidak dijawab atau dikabulkan oleh Allah? 

1. Allah tahu itu bukan kebutuhanMu (Mazmur 94:11).


2. Allah ingin rancangan Allah lah yang terjadi, bukan rancanganMu (Yesaya 55:8).

Tuhan bisa saja memberikan keinginan kita, tetapi itu akan menjadi malapetaka bagi kita, bahkan kita bisa menjadi sombong, dan Tuhan tidak menginginkan itu terjadi, seperti Hizkia yang menjadi sombong (2 Tawarikh 32:24-25). Contoh jika kita minta mobil, Tuhan tahu itu akan membuat engkau celaka, maka nya Tuhan belum atau tidak berikan kepada kita. Orang tua yang benar, tidak akan mungkin membeli Mobil kepada anaknya yang baru lahir, karena anaknya pasti belum siap dan tidak bisa mengendarainya. 


Kesimpulan: Jadi iman adalah gambaran doa kita, sebagaimana kita percaya dengan iman dan tindakan iman kita kepada Allah. Karena iman kita menentukan jawaban doa kita. Jadi pastikan iman kita bertumbuh dengan baik dan benar, sehingga apapun yang kita pergumulkan Tuhan pasti jawab tepat pada waktunya. Amin ( Ev. Ariston Napitupulu )

 
Komentar

Berita Terkini