-->
    |


Selamat Datang di MediaPendamping.Com ➤ Tajam - Terpercaya - Berimbang ➤ Semua Wartawan MediaPendamping.Com Dilengkapi Dengan ID Card Wartawan dan Nama Wartawan Tersebut Ada di Box Redaksi.
Loading...
DomaiNesia

Optimis Bisnis Properti Bangkit, Developer Tetap Sampaikan Beberapa Keluhan Regulasi

 

Optimis Bisnis Properti Bangkit, Developer Tetap Sampaikan Beberapa Keluhan Regulasi
Ket Foto : Ilustrasi Optimisme Bisnis Properti Bangkit

MEDIAPENDAMPING.COM | Adanya Harapan bangkit nya kembali bisnis property yang semakin baik di tahun 2021 ini . Hal ini tidak terlepas dari respon cepat pemerintah untuk penanganan pandemi Covid-19 yang sudah dimulai nya program vaksin sehingga beberapa bulan ke depan ada harapan untuk situasi yang lebih baik.


Di bidang Properti misalnya, seluruh stakeholder terus meningkatkan optimisme tersebut. Hal ini karena sektor properti merupakan lokomotif perekonomian yang bisa cepat mengangkat ekonomi nasional. Kontribusi sektor ini juga sangat penting karena ada 174 industri yang akan ikut bergerak dengan bergeraknya sektor properti.


Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah, beberapa relaksasi maupun stimulus yang dikeluarkan pemerintah cukup memberikan angin segar untuk bergeraknya sektor properti. Salah satunya yaitu insentif pembebasan PPN.


“Ini menjadi salah satu langkah yang tepat yang dikeluarkan oleh pemerintah khususnya untuk mendorong sektor properti bangkit yang akhirnya mendorong juga perekonomian nasional. Dengan stimulus ini dan berbagai relaksasi lain seperti kebijakan depe nol persen harus juga diikuti dengan pengurangan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB),” ujarnya.


Selain diskon BPHTB yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, kalangan pengembang juga berharap diberikan relaksasi terkait suku bunga dan pengembalian pokok. Hal ini untuk memulihkan kesehatan keuangan pengembang yang sangat terdampak saat pandemi dan hingga saat ini masih terus berjuang untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaannya.


Baca Juga  : 

••  Polri Respon Keluhan Tim Pengacara Rizieq Shihab Tidak di Izinkan Masuk ke Ruang Sidang PN

••  Turnamen Badminton Tertua Perlakukan Indonesia Tidak Adil, Begini Anggapan Menpora...

••  Siap Jadi Saksi Nikah Atta Halilintar-Aurel, Ketua MPR Bamsoet: Izin Tamu 50 orang di Masjid Istiqlal


Ditetapkan nya lima persen nilai BPHTB dari harga produk sehingga cukup memberatkan. Walaupun pemerintah pusat sudah menghimbau agar BPHTB ini dikurangi menjadi 2,5 persen. Belum lagi masalah kredit konstruksi yang masih dikenakan bunga yang cukup tinggi kendati produk yang dibangun dari segmen rumah bersubsidi. Pengembang berharap ada bunga khusus untuk produk rumah bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini.


“Hal lainnya lagi yaitu kalangan perbankan yang juga perannya sangat penting dalam sektor properti. Kami harap perbankan bisa lebih berperan aktif dalam proses aplikasi kredit masyarakat yang saat pandemi ini justru sering menyulitkan dan menambah lagi berbagai form sehingga menjadi keluhan masyarakat. Harusnya aplikasinya justru bisa lebih simpel dan fleksibel sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses pembiayaan,” bebernya. (Donald)





loading...
 
Komentar

Berita Terkini