|
Selamat Datang di MediaPendamping.Com ➤ Tajam - Terpercaya - Berimbang ➤ Semua Wartawan MediaPendamping.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.

Renungan Minggu : Salah Satu Karakter Tuhan Dalam Manusia Adalah Pemimpin

 

Ket Foto : Ilustrasi Tekun Dalam Membaca Fiman Tuhan

MEDIAPENDAMPING.COM - Kejadian 1:26, Matius 28:18-20 Dari awal, Tuhan menghendaki kita untuk memimpin, dan bukan di pimpin. Oleh sebab itu Tuhan memberikan kita kehendak dalam memutuskan segala sesuatu untuk pengambilan keputusan (Kejadian 1:26, 3:6).


Dalam bahasa  Indonesia, arti dari Pemimpin adalah 'orang yang memiliki kecakapan dan kelebihan disuatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan'.


Kepemimpinan macam apa yang di inginkan oleh Allah dalam diri kita sebagai gambar Allah?

Kepemimpinan berkuasa bukan di kuasai (Kejadian 1:26).


BACA JUGA :  Renungan Minggu : Menyadari Tujuan Tuhan Dalam Kehidupan Kita. Kejadian 1:26, Matius 28:18-20


-Didalam ayat (Kejadian 1:26)ini dengan jelas, Tuhan menciptakan manusia untuk mempercayakan atas kita sepenuhnya untuk berkuasa atas bumi dan mengelolanya. Bahkan pada awalnya, Tuhan sama sekali tidak ikut campur dalam pengurusan akan ciptaannya untuk di kelolah oleh manusia(Adam), karena Tuhan begitu percaya kepada manusia (ciptaanNya). 

-Lalu kenapa Manusia kehilangan kepercayaan yang di berikan oleh Allah?


A. Timbulnya keraguan dalam kepercayaan terhadap Allah oleh sebab situasi dan kondisi. 

-Dalam Kejadian 3:1-7, menunjukan dimana situasi manusia masih merasa berkekurangan, sehingga menghalalkan segala cara, sekalipun itu menyakiti hati Tuhan. Padahal Tuhan menciptakan manusia sangat begitu sempurna, dan tak berkekurangan sedikitpun. Dalam stiuasi dan kondisi Adam dan Hawa pada saat itu, menunjukan, hilangnya karakter Allah dalam diri mereka, oleh sebab situasi dan kondisi mereka yang mudah terpengaruh. 


Cara Cepat Hamil


Kita juga demikian, sering kali kita dalam beribadah dengan giat dan penuh Roh, rajin beribadah, tetapi ketika diperhadapkan dengan dua pilihan untuk mengambil keputusan antara kebenaran dan ketidakbenaran, kita justru mengambil ketidakbenaran yang membuat kita kehilangan salah satu karakter Allah yaitu 'Pemimpin'. Begitu murahnya harga kepercayaan yang diberikan oleh Allah, kita jual dengan hal-hal yang membuat kita tidak segambar dengan Allah, sehingga kita melakukan korupsi dalam pekerjaan, bahkan didalam pelayanan sekalipun.


 Uang atau Mamon, yang dimana membuat orang-orang percaya dapat kehilangan karakter Allah dalam hidupnya. Sering saya melihat, ketika orang percaya berjalan seiring waktu dan mengalami kondisi atau situasi yang membuat orang percaya lebih menghalalkan segala cara agar dapat memiliki uang atau Mamon dalam hidupnya, bahkan dalam pelayanan Gereja sekalipun. Jadi pastikan kita tahu membedakan mana "pemimpin" atau di "pimpin"


Hosting Unlimited Indonesia                   


B. Mudah terpengaruh

-Semakin banyak orang-orang pada zaman akhir ini, tidak memiliki integritas atau prinsip yang kuat didalam Tuhan, sehingga mudah terpengaruh dengan hal-hal yang membuat kita tidak menyadari bahwa kita telah menyakiti hati Tuhan. 


Dalam kejadian 3:6, kita dapat melihat, begitu mudahnya seorang Hawa yang dekat dengan Allah. Kita sering melihat, orang-orang percaya yang padamulanya sangat semangat dan bersungguh-sungguh dalam beribadah.


Namun tidak sedikit bahkan ada banyak orang tidak beribadah dengan sungguh-sungguh karena mudah di terpengaruh. Salah satu contoh adalah handpone seluler atau yang kita sebut HP, dimana sekarang banyak orang-orang lebih fokus kepada HP daripada beribadah. 


Saya sering melihat orang-orang pada saat beribadah, namun sempat-sempatnya untuk membuka pesan atau panggilan dari HP. Saat penyembahan sambil main HP, saat berdoa sambil main HP, bahkan saat mendegarkan Firman Tuhan pun masih sempat-sempatnya main HP. 


Bagi saya ini adalah ciri-ciri dimana prinsip atau integritas itu hilang dalam diri Manusia, dimana Tuhan berikan karakter "pemimpin" bukan di "pimpin". Ini adalah salah satu contoh pada jaman akhir ini yang harus kita perbaiki dalam kehidupan kita sehari-hari didalam Tuhan. 


Kesimpulan: Jadi pastikan kita memiliki prinsip atau integritas yang kuat yang telah diberikan dan dipercayakan oleh Allah kepada kita, sehingga kita terus dan tetap menjadi gambaran dan rupa Allah. Amin. ( Ev. Ariston Napitupulu )

loading...
 
Komentar

Berita Terkini