|

yX Media - Monetize your website traffic with us

Selamat Datang di MediaPendamping.Com ➤ Tajam - Terpercaya - Berimbang ➤ Semua Wartawan MediaPendamping.Com Dilengkapi Dengan ID Card Wartawan dan Nama Wartawan Tersebut Ada di Box Redaksi.

Loading...

Gorok Leher Korban Hinga Tewas, Dua Tersangka Ditangkap Polisi

 

Gorok Leher Korban Hinga Tewas, Dua Tersangka Ditangkap Polisi
Foto: Kapolres Tanjung Balai Siaran Pers
MEDIAPENDAMPING.COM | Tanjung Balai - Dua pria pembunuh sadis calon TKI Ilegal Suriadi (37) warga Pasar V, Dusun XVI, Gang Salak 11/Setia, Kelurahan Tembung, Kecamatan Percut Seituan, berhasil di ringkus Polres Tanjung Balai. Kamis (12/05/22)


Adapun dalang pelaku dari insiden pembunuhan ini ialah seorang pria BW (32) warga Jalan Pancing lingkungan II, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. Sedangkan eksekutornya juga seorang pria berinisial S alias AB (37) warga Jalan Rel Kereta Api Lingkungan II, Kelurahan Pematangpasir, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.


Sebelumnya di ketahui pembunuhan itu berawal dari keinginan korban hendak berangkat ke Malaysia untuk mencari kerja melalui jalur ilegal. Korban dan BW kemudian bertemu di Kota Tanjungbalai di rumaj Bunga tepatnya di tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia yang akan diberangkatkan ke Malaysia. Namun tersangka BW merasa curiga melihat gelagat korban yang ternyata memiliki paspor. Selain itu korban juga meminta kartu ATM milik BW yang sebelumnya telah ditransfer oleh korban uang sebesar tiga juta rupiah


Dalam siaran Persnya Kapolres Tanjungbalai AKBP Triyadi didampingi Wakapolres Kompol Jumanto, Kasat Reskrim AKP Eri Prasetiyo, dan Kasi Humas AKP AD Panjaitan mengatakan kedua pelaku ditangkap dalam kurun waktu 1×24 jam. Tak sampai di situ Polisi melakukan pengembangan dengan menangkap pelaku lainnya.


" Pelaku menduga korban adalah mata-mata polisi yang hendak membocorkan aktivitas pengiriman TKI ilegal melalui jalur laut ke Malaysia, selanjutnya BW menemui tersangka S alias AB dan AM alias U (DPO) untuk merencanakan pembunuhan terhadap korban. AM alias U kemudian menyiapkan sebilah pisau, S alias AB juga mengambil sebilah parang, sementara BW membeli sebotol bahan bakar jenis pertalite," Papar AKBP Triyadi.


Baca juga:

>>   Polda Sumut Serahkan Tersangka Dokter Suntik Vaksin Kosong ke Jaksa

>>   Personil Polsek Kawasan Bandara KNIA Rutin Laksanakan Patroli Pastikan Masyarakat Taati Prokes


Kemudian Tersangka BW, AM, dan AB bergerak mencari lokasi pembunuhan yang dianggap aman dan nyaman mengendarai dua sepeda motor. Tempat yang cocok menurut mereka ternyata di areal sepi Jalan Lingkar Utara Lingk V, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai. Sesampainya di sana, BW kemudian pergi menjemput korban ke rumah Bunga, sedangkan dua tersangka lainnya disuruh menunggu di tempat eksekusi. Sekembalinya ke TKP, tersangka BW langsung menancapkan sebilah pisau milik AM ke leher korban.


" Disitulah tersangka S alias AB kemudian turut membacokkan parangnya ke kepala korban beberapa kali mengakibatkan tangannya putus dan luka serius di kepala. Setelah itu tersangka AM kemudian mencabut pisau yang menancap di leher korban lalu menghujaminya kembali ke bagian punggung," Jelas Kapolres.


" Kemudian pwlaku BW mendorong tubuh korban hingga tersungkur di tanah diakhiri dengan menggorok lehernya hingga nyaris putus. Untuk menghilangkan jejak, tersangka BW mengambil sebotol bahan bakar yang sudah disediakan lalu menyiramkan ke tubuh korban yang sudah tidak bergerak. Dan tersangka AM menghidupkan mancis sampai sekujur tubuh korban terbakar meninggalkan korban," Pungkasnya.


Beruntung sidik jari korban tak turut terbakar, sehingga langsung diketahui identitasnya. Kapoldasu lalu menginstruksikan membentuk tim. Berkat kerjasama Polres Tanjungbalai dan Polda Sumut berhasil menangkap BW dan S di Kisaran. Sedangkan AM alias U masih dalam pengejaran.


Dalam kesempatan itu, Kapolres mengingatkan agar masyarakat jangan mau termakan bujuk rayu untuk berangkat ke Malaysia melalui jalur gelap, karena risikonya sangat tinggi. Sebaiknya ucap kapolres agar menempuh jalur resmi supaya aman dan nyaman.


Dugaan korban meninggal akibat sabetan, tusukan, dan sayatan senjata tajam di bagian pinggang, tangan, dan leher. Tak itu saja, tubuhnya juga diduga dibakar untuk menghilangkan jejak. (Tim Editor)


 
Komentar

Berita Terkini