-->
    |
Selamat Datang di MediaPendamping.Com ➤ Tajam - Terpercaya - Berimbang ➤ Semua Wartawan MediaPendamping.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.

Polisi: 455 Orang Yang Diamankan, Semuanya Anggota FPI Yang Melakukan Aksi 1812

 

Ket Foto : Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

MEDIAPENDAMPING.COM - Polda Metro Jaya mengamankan 455 orang terkait aksi 1812 yang menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab. Polisi memastikan ratusan orang yang diamankan tersebut berasal dari kelompok FPI.


"Nggak ada (kelompok lain), ini kelompok FPI semua. Memang datang ke sana itu untuk melakukan demo 1812," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi wartawan, Sabtu (19/12/2020).


Hingga saat ini, dari hasil pemeriksaan ratusan orang tersebut, tidak ditemukan indikasi adanya kelompok lain yang terlibat. Yusri menegaskan peserta aksi 1812 tersebut hanya berasal dari kelompok FPI.


"Pokoknya dia datang ke sana untuk melaksanakan demo di 1812, kelompok mereka FPI," ujar Yusri.


Selain itu, Yusri menerangkan alasan polisi mengamankan ratusan orang tersebut. Dia mengatakan hal itu dilakukan setelah warga tersebut menolak melakukan rapid test yang digelar polisi di sekitar lokasi.


Pihak kepolisian sebelumnya memang menyediakan beberapa posko kesehatan untuk melakukan rapid test kepada warga yang pergi mengikuti aksi 1812.


Yusri menambahkan, dari 455 orang tersebut, 28 di antaranya telah dinyatakan reaktif virus Corona dan telah dirujuk ke RS Wisma Atlet.


"Jadi gini, yang diamankan ini kan yang pergi demo. Dari operasi kemanusiaan yang kita lakukan, mereka menghindar. 455 orang itu di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. 28 orang yang reaktif kita kirim ke Wisma Atlet," ungkap Yusri.


Selain itu, Polda Metro Jaya telah menetapkan tujuh orang tersangka dari aksi 1812. Ketujuh orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah diketahui membawa senjata tajam dan narkoba saat pergi ke aksi 1812.


Yusri menerangkan masing-masing ada lima orang yang membawa senjata tajam dan dua lainnya membawa ganja. Yusri menambahkan, kelima orang yang membawa sajam tersebut diamankan di Tangerang dan Jakarta Utara.


"Ada yang (diamankan) di Tangerang, ada yang di Jakarta Utara. Kalau yang narkoba itu dua orang di Depok. Jadi semua itu mereka mau demo. Kalau bawa sajam sudah jadi tersangka dan ditahan, lalu bawa narkoba dua orang itu ditahan," pungkas Yusri.


Untuk diketahui, polisi tidak mengizinkan aksi 1812 karena situasi pandemi Corona masih mewabah di Tanah Air. Namun massa tetap melakukan aksi 1812 di sekitar Istana Negara, tepatnya di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, kemarin.


Massa yang mengikuti aksi ini tidak banyak seperti pada aksi-aksi sebelumnya. Namun disayangkan, sempat terjadi kericuhan antara massa dan polisi.


Pantauan di lokasi aksi pada pukul 12.56 WIB, massa aksi 1812 mulai berkumpul di sekitar taman yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan. Kericuhan sempat terjadi saat polisi berusaha membubarkan kerumunan massa.


Polda Metro Jaya mengatakan setidaknya ada dua petugas kepolisian yang mengalami luka saat bertugas mengamankan aksi 1812 di Jakarta. Dua polisi tersebut diketahui terkena sabetan senjata tajam.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan dua petugas tersebut terluka saat berupaya membubarkan peserta aksi di dekat kantor Gubernur DKI Jakarta.


"Sampai saat ini, yang tadi saja ada yang kena sabetan sajam. Anggota pada saat dilakukan pembubaran di depan kantor Gubernur DKI Jakarta, ada dua (petugas)," kata Yusri kepada wartawan, Jumat (18/12/2020). (Burju)




Sumber : Detik

 
Komentar

Berita Terkini