-->
    |
Selamat Datang di MediaPendamping.Com ➤ Tajam - Terpercaya - Berimbang ➤ Semua Wartawan MediaPendamping.Com dilengkapi dengan ID Card Wartawan.

Bukan Oposisi, 2 Parpol Bakal jadi Minoritas Terkucil Kata Andi Arief

Foto Andi Arief


Jakarta, MEDIAPENDAMPING.com - Partai pendukung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yang kalah di Pilpres 2019 kemungkinan akan merapat ke pemerintahan Joko Widodo , walau mereka ada yang menyatakan siap menjadi oposisi. Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief melihat tidak akan bakal oposisi, melainkan 'minoritas'. maksudnya apa ya ?

"Bagian dari oposisi itu menakutkan bukan karena bisa mengkritik, apalagi ditambah embel-embel konstruktif, kemampuan menjatuhkan pemerintah yang menakutkan dari oposisi. Walau hanya dua partai di luar pemerintah, itu bukan oposisi. Tetapi penyebutan minoritas di parlemen," kata Andi Arief melalui Twitter, Minggu (30/6/2019). Cuitan Andi Arief dibagikan kepada sejumlah wartawan.


Andi Arief menyebut partai pendukung pemerintah menguasai parlemen jika merujuk pada hasil Pemilu 2019. Menurutnya, Jokowi sudah bisa menentukan bertambah atau tidaknya kekuatan partai pendukungnya di parlemen. 


"Hasil Pemilu 2019 parlemen yang mendukung pemenang pilpres sudah mayoritas. Dalam hal sistem presidensial, hanya tinggal penilaian presiden terpilih apakah memilih the winner take all ataukah menempuh unity government sebagai jawaban atas kondisi politik dalam masyarakat," sebut Andi Arief.



Untuk itu, Andi Arief memandang bakal ada partai minoritas di parlemen. Dia memprediksi ada dua alasan partai-partai di parlemen yang nanti nya jadi minoritas.
"Berdasarkan penilaian saya, tidak ada oposisi, yang ada kemungkinan jadi minoritas di parlemen karena dua hal: pertama, tidak diajak bergabung. Kedua, diajak bergabung tapi menolak. Itulah fakta nya saat ini yang berbeda dengan 2014, di mana Jokowi-JK harus menarik Golkar dan PPP/PAN untuk mayoritas," ucap Andi Arief.

"Didalam konteks demokrasi tidak selalu menjadi minoritas di parlemen adalah pilihan keren dan dianggap merepresentasikan aspirasi masyarakat. Dalam banyak pengalaman justru minoritas dalam parlemen masuk kategori kekuatan terkucil," imbuhnya.


Andi Arief mengatakan Untuk Demokrat, pihaknya mengakui bahwa kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka segera memastikan sikap politik untuk 5 tahun ke depan.


"Partai Demokrat konsekwen, mengakhiri koalisi nominasi capres/cawapres dengan baik-baik, mengakui kemenangan Pak Jokowi-Ma'ruf, tidak melakukan deal tertutup di Bali atau di luar negeri, sambil menyatakan sikap kedepan nya apabila situasi duka 40 hari atas wafatnya Ibu Ani," ucap dia.



 
Komentar

Berita Terkini