-->
    |

Selamat Datang di MediaPendamping.Com ➤ Tajam - Terpercaya - Berimbang ➤ Semua Wartawan MediaPendamping.Com Dilengkapi Dengan ID Card Wartawan dan Nama Wartawan Tersebut Ada di Box Redaksi.
Loading...
DomaiNesia

AS Memberi sanksi Kepada Khamenei, Menlu Iran: Mereka Haus Perang!


Ayatollah Khamenei, Pemimpin Spiritual Tertinggi

TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran menyerang kelompok hawkish dalam pemerintahan Donald Trump melalui serangkaian cuitannya di Twitternya Selasa, 25 Juni 2019. Hal tersebut dilakukan setelah serangkaian sanksi dijatuhkan kepada para pejabat Teheran, termasuk pemimpin spiritual tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Donald Trump pada hari Senin mengumumkan sanksi tambahan terhadap para pejabat Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Para pejabat mengatakan pemerintah juga akan menjatuhkan sanksi kepada Zarif akhir pekan ini.


"@realDonaldTrump 100% benar bahwa militer AS tidak memiliki bisnis di Teluk Persia. Penarikan pasukan AS sepenuhnya sejalan dengan kepentingan AS dan dunia," cuit Mohammad Javad Zarif.

Secara khusus Zarif memanggil kelompok yang ia sebut sebagai "Tim B," termasuk penasihat keamanan nasional John Bolton, Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Pangeran Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed.



"Akan tetapi sekarang jelas bahwa #B_Team tidak peduli dengan kepentingan AS - mereka membenci diplomasi, dan haus akan perang," sambungnya seperti dilansir dari The Hill, Selasa (25/6/2019).

Sanksi baru yang menargetkan para pemimpin Iran menandai perubahan dalam strategi pemerintahan AS di bawah Trump sejak ia menarik diri dari perjanjian nuklir Iran era Obama tahun lalu.

Pemerintahan AS sebelumnya sudah menjatuhkan sanksi dengan menargetkan sektor minyak dan logam Iran, serta Garda Revolusi Islam, agar upaya menghambat ekonomi negara itu.

Persitegangan antara AS dan Iran memuncakt setelah jatuhnya pesawat pengintai AS. Kedua negara berbeda pendapat apakah drone itu ada di wilayah udara Iran atau berada di atas perairan internasional.

Presiden Trump pada hari Jumat mengatakan bahwa militer AS telah "mengokang dan mengisi" untuk membalas Iran setelah insiden pesawat tak berawak, tetapi dibatalkan pada menit terakhir.

Pemerintahan AS juga menuduh Teheran membom dua tanker minyak asing di Teluk Oman. Tapi Iran membantah terlibat dalam kejadian itu. Beberapa anggota parlemen menuduh pemerintahan Trump memperburuk situasi.
 
Komentar

Berita Terkini